Menemukan Potensi Penyembuhan
Ketika seseorang sudah sampai pada tingkat kesadaran spiritualitasnya berarti manusia tersebut sudah dapat mengenali dirinya sendiri,”kenalilah dirimu sendiri,” kata Nabi saw,”maka kamu akan mengenal Tuhannya,” Mereka yang mengenal dirinya dengan baik berarti mereka mengenal seluruh dimensi subtle realm, karena disinilah potensi penyembuhan itu tersimpan.selama penyembuhan itu terjadi seseorang harus datang untuk menemukan segala aspek tentang dirinya baik secara mental,fisik,emosional dan spiritual. Jika seluruh aspek ini telah dikenal maka seseorang dapat dengan mudah melangkah lebih lanjut lagi kedalam dirinya yang sebenarnya dan didalam ”diri” yang sebenarnya inilah potensi penyembuhan ini tersimpan, baik untuk menyembuhkan penyakit fisik dan penyakit batin. Ada sebuah pabrik farmasi yang menyediakan obat-obatan yang siap untuk dikonsumsi.
Anda harus percaya dengan potensi itu. Jangan ragu dan bimbang, pengenalan yang baikdan mempraktikannya dengan baik dan benar serta teratur dan disiplin akan membantu menemukan potensi penyembuhan tersebut. Lalu, bagaimanakah caranya menemukan metode-metode yang mudah untuk dipraktikan, akan saya beritahukan.
Anda harus pahami bahwa proses penyebuhan adalah menemukan kembali dan menghadirkan sumber ke Ilahian yang terdalam, yang merupakan esensi kemanusiaan kita, sumber kearifan, cinta yang menyembuhkan, dan kreatifitas terhebat kita. Bahkan bapak psikologi amerika, William James, dalam bukunya yang terkenal The Varieties of religion experience (1958) menegskan bahwa kasus pertama yang harus digarisbawahi menyangkut segala penyakit,kelemahan atau depresi adalah perasaan terasing manusia dari energi Ilahi yang kita sebut Tuhan. Ditambahkan oleh James, bahwa dengan menyadari keberadaan dan kehadiran Tuhan di dalam diri, maka seseorang akan bisa merasa dan memperkokoh rasa tentram dan bahagia, sehingga tidak memerlukan penyembuh atau penyembuhan.
Dalam literatur tasawuf, Energi Ilahi yang diberikan kepada manusia sejak penyempurnaan penciptaannya. Kata “roh-Ku” dalam beberapa ayat Al-quran adalah Energi Ilahi yang menyebabkan manusia yang semula dianggap hina oleh makhluk Allah yang lain,terutama Iblis, karena asal manusia yang dari tanah. Dengan kata ”roh-Ku” berarti Allah telah mempercayai manusia sebagai wakil-Nya dimuka bumi ini. Dan ini berarti manusia diciptakan dalam citra-Nya: “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat:” “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat yang kering dan lumpur yang hitam yang dibentuk, maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan telah Aku (tiupkan) kedalamnya roh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”(Q.S.Al-Hijr (15-28-29): bd. Q.S.38-72 dan 32:7-9).
Ibn ‘Arabi dalam al-futuhat al-makkiyyah 




